Pesona Alam Air Terjun Dua Warna

0 comments

Di Sumatera Utara terdapat sebuah pesona alam yang sangat mengagumkan yakni Air Terjun Dua Warna atau ada juga yang menyebutnya dengan Air Terjun Telaga Biru yang terletak di Ds. Durin Sirugun, Kec. Sibolangit, Kab. Deli Serdang, Sumut yang berada tepat di kaki Gunung Sibayak. Jika ditempuh dari kota Medan ke Sibolangit sekitar  ±75 km. Dari lokasi bumi perkemahan Sibolangit menuju ke area air terjun membutuhkan waktu 2 hingga 3 jam perjalanan.

Air terjun dua warna yang berada di Sibolangit,  Sumatera Utara ini memiliki keindahan yang mana terletak pada air yang jatuh dari atas berwarna putih sedikit abu-abu, namun ketika air yang jatuh tersebut berada di bawah tidak berwarna putih melainkan biru. Hal tersebut terjadi, karena terdapat kandungan belerang dan phosfor yang dapat menyebabkan air yang jatuh dengan air yang berada di bawah memiliki warna berbeda, sehingga para pengunjung dilarang untuk meminumnya. Dengan kombinasi air terjun dua warna tersebut, membuat tampilan pemandangan alam air terjun semakin mempesona dan menakjubkan. Air terjun ini bersumber dari Gunung Sibayak.

Untuk dapat mencapai area air terjun dengan ketinggian ±100 meter memerlukan perjuangan keras, berangkat dari pintu utama Sibolangit, para pengunjung harus berjalan kaki dengan melewati hutan yang lebat sekitar 2 hingga 3 jam. 
Ketika melalui jalan setapak di dalam hutan menuju area air terjun dua warna, terdapat petunjuk arah jalan yang sengaja dipasang oleh pengelola untuk memudahkan para pengunjung menemukan area air terjun tersebut. Namun apabila pengunjung takut tersesat, pengunjung dapat menyewa pemandu wisata lokal yang berada disana dengan tarif antara 100 ribu rupiah sampai dengan 300 ribu rupiah.
 
Jalur yang dilalui memang tidak semulus seperti jalan raya kota, terdapat tanjakan, turunan hingga harus melewati satu sungai kecil. Namun setelah melalui perjalanan yang begitu ekstrem, rasa lelah, capek, dan pegal akan hilang dengan menyaksikan pesona alam air terjun dua warna tersebut.

Area air terjun yang terletak pada ketinggian 1.270 meter dari permukaan laut ini sebagian besar pengunjung berasal dari etnis Tionghoa, dikarenakan mereka mempercayai bahwa bila sesudah mengunjungi tempat ini mitosnya akan menambah keberuntungan mereka. Di sekitar air terjun dua warna tersebut terdapat prasasti yang mana dibuat untuk mengenang seorang wisatawan yang pernah meninggal di kawasan air terjun. Para pengunjung juga dapat mendirikan tenda untuk berkemah di sekitar kawasan air terjun dua warna sambil menikmati pesona alam dari air terjun itu sendiri.

Read more ►

Pesona Alam Pantai Lagundri

0 comments

Pantai Lagundri merupakan salah satu pantai yang terdapat di Indonesia yang cocok bagi penggemar peselancar air atau surfing selain Pantai Sorake yang merupakan pantai yang terletak tidak jauh dari Pantai Lagundri. Pantai Lagundri terletak di sebuah laguna yang mana berdekatan dengan Pantai Sorake yang hanya memiliki jarak sekitar 13 km ke arah selatan Teluk Dalam, Kab. Nias Selatan yang berada di Sumatera Utara, sedangkan jarak antara Pantai Sorake dengan Pantai Lagundri hanya 2 km.

Pantai Lagundri memiliki daya tarik tersendiri yakni pada ombaknya yang tergolong besar sehingga memberikan tantangan bagi para peselancar lokal maupun mancanegara. Ombak di Pantai Lagundri dapat mencapai ketinggian hingga 7-10 meter dengan 5 level berbeda dan memiliki panjang dengan jangkauan 200 meter. Yang menjadi daya tarik tersendiri dari pantai Lagundri yakni ketika bulan purnama yang mana ombak pada saat bulan purnama sangat ekstrem sehingga menjadi idaman para peselancar.
Tidak kalah dengan pantai Sorake, pantai ini juga sering kali diadakan kejuaraan selancar air mulai dari tingkat nasional hingga internasional, salah satu kejuaraan yang pernah diadakan di Pantai lagundri yakni “Nias Open” yang mana didominasi oleh surfer asal Australia. Selain ombak yang terdapat di Pantai Lagundri sangat terkenal, pemandangan alam di sekitar pantai Lagundri juga memberikan daya tarik yang akan membuat mata kita cerah ketika menjelanng petang dengan pemandangan langit dengan warna kemerahan di sebelah barat dipadu dengan ombak yang mendukung keindahan pantai lagundri semakin mengesankan dan cocok bagi anda yang memiliki hobi fotografi.

Biasanya para wisatawan mengunjungi Pantai Lagundri pada antara bulan April hingga September, dikarenakan sekitar bulan-bulan tersebut ombak di Pantai Lagundri berada pada titik maksimal. Selain itu, di sekitar pantai Lagundri juga disediakan tempat penginapan yang terletak di bibir pantai ini dengan tarif sekitar ≥ ­Rp 80.000/malam. Bila anda ingin menginap di hotel juga tersedia Sorake Beach Hotel.
Untuk menuju ke lokasi Pantai Lagundri, dari Gunung Sitoli ke Pantai Sorake dan Pantai Lagundri tersedia dua jalur, yang pertama melalui Lahewa diteruskan ke Pulau Nias hingga menuju Teluk Dalam dan yang kedua dengan menyusuri kota-kota atau kecamatan seperti misalnya Bawolato, Idanogawo, Gido, dan Lahusa dengan waktu tempuh ± 3 jam.

Bagi yang hobi foto-foto atau fotografi, jangan lupa untuk membawa kamera dengan teropong lensa binocular untuk mengabadikan moment para peselancar dalam menaklukkan ombak yang dahsyat.
Read more ►

Keindahan Ombak Di Pantai Sorake

0 comments

Pantai Sorake merupakan pantai yang terletak di desa Botohilitano yang berada di kecamatan Teluk Dalam, tepatnya di Kabupaten Nias Propinsi Sumatera Utara. Jarak pulau yang bernama pulau Nias ini berada pada sekitar 125 km dari P.Sumatera. Letak Pantai Sorake memang berada agak terpencil, namun pantai tersebut memiliki keindahan yang mengagumkan khususnya bagi para peselancar yang sangat tertantang ketika mendapati sebuah pantai dengan ombak yang cukup dapat memberikan tantangan, karena di pantai Sorake terkenal dengan ombaknya yang dapat dinikmati secara menantang bagi peselancar.
Keindahan Ombak di Pantai Sorake hampir memiliki kesamaan dengan pantai yang terletak tidak jauh dari pantai Sorake yakni Pantai Lagundri, Pantai Sorake ini dikenal oleh peselancara karena ombak yang dimiliki pantai Sorake tergolong besar. Ombak di Pantai Sorake merupakan salah satu ombak terbaik setelah pantai Hawaii. Ketinggian ombak di pantai Sorake mencapai 3-5 Meter tingginya yang mana dengan ombak yang setinggi itu menjadi tantangan bagi para peselancar. Selain itu, ombak di pantai Sorake memiliki 5 level yang mana tidak terdapat di pantai-pantai yang lainnya.
Di pantai Sorake para peselancar dapat berselancar dengan jangkauan 200 meter jauhnya, karena ombak yang terdapat di pantai Sorake memiliki karakteristik besar dan panjang, hal itu dikarenakan pantai sorake langsung berhadapan dengan Samudera Hindia. Keistimewaan lain yang dimiliki pantai ini yakni ombaknya tetap stabil meskipun arah mata angin berubah-ubah atau air laut mengalami pasang surut, ombak tersebut 
tetap tergolong besar.

Jangan membayangkan untuk bermain pasir seperti pasir putih yang terdapat di pantai lain, karena tepian pantai ini merupakan batu-batu karang yang berserakan disana sini. Akan tetapi karena batu-batu itulah yang membuat ombak di pantai ini tergolong besar. Selain itu di Pantai Sorake ini telah terkenal di seluruh penjuru dunia yang mana sering diadakan kejuaraan internasional bagi peselancar-peselancar professional.

Bila anda ingin berkunjung ke Pantai Sorake, lebih baik berkunjung antara bulan Juni dan Juli, karena pada bulan tersebut ombak di pantai ini sedang berada pada titik maksimal. Dan untuk menuju ke pantai Sorake dapat ditempuh melalui jalur udara yang berlokasi di Bandara Binaka, Gunung Sitoli, Nias dan dilanjutkan melalui jalur darat ke Teluk Dalam yang membutuhkan waktu sekitar 4 jam. Selain itu dapat juga ditempuh melalui jalur laut dengan menaiki kapal fery dari pelabuhan kota sibolga ke dermaga kapal yang berada di Gunung Sitoli dengan waktu tempuh sekitar 12 jam, selanjutnya harus perjalanan darat ke Teluk Dalam.
Read more ►

Keindahan Alam Gunung Kerinci

0 comments
Gunung Kerinci merupakan gunung berapi aktif tertinggi di Indonesia. Terletak di pegunungan Bukit Barisan, dekat pantai Barat dan sekitar 130 km di selatan Padang. Gunung kerinci juga dikelilingi hutan lebat yaitu Taman Nasional Kerinci Seblat. Di hutan ini merupakan habitat alami harimau Sumatera dan badak Sumatera.

Tampak dari kejauhan, gunung ini selalu dikelilingi kabut yang membuat pemandangan alamnya begitu mempesona bagi yang melihatnya. Pada puncak Gunung Kerinci di ketinggian 3.805 di atas permukaan laut, pengunjung dapat dengan leluasa melihat indahnya kota Jambi, Padang dan Bengkulu. Gunung ini juga memiliki kawah dengan luas 400 x 120 meter yang terisi air yang berwarna hijau.


Gunung Kerinci berbentuk kerucut dengan lebar 13 km dan 25 km yang memanjang dari utara ke selatan. Di gunung ini terdapat berbagai macam flora yaitu pohon mahoni, Suweg Raksasa dan bunga Raflessia. Selain itu, juga terdapat berbagai macam fauna di gunung ini, yaitu Sumatera seperti gajah, badak sumatera, macan tutul, beruang madu, harimau, kecuali orang utan. Terdapat pula berbagai primata seperti gibbon, siamang, Presbytis melapophos dan monyet ekor panjang. Serta juga terdapat 140 jenis burung.

Jika ingin berkunjung ke gunung Kerinci, kita bisa melaluinya dengan jalan darat dari Jambi menuju Sungaipenuh melalui Bangko. Selain itu, juga dapat kita tempuh dari Padang, Lubuk, Linggau, Bengkulu melalui pesawat terbang yang dapat menarat di Padang atau Jambi.

Gunung Kerinci juga sangat cocok digunakan sebagai tempat penelitian. Hal ini dikarenakan, di dataran rendah gunung ini terdapat berbagai macam jenis flora dan fauna yang beraneka ragam. Pemandangan alam yang eksotik menjadikan para peneliti akan betah untuk terus berada di gunung ini.

Bagi Anda yang menyukai olahraga mendaki, di gunung kerinci juga disediakan rute-rute pendakian. Mulai dari pos Kresik Tuo, kita akan menuju pondok R10 kemudian kita menuju Pintu Rimba yang merupakan gerbang awal pendakian yang berada pada batas hutan antara ladang dengan hutan heterogen. Kemudian Kita akan menjumpai pos-pos berikutnya sebelum kita mencapai puncak gunung Kerinci dengan ketinggian 3.805 diatas permukaan laut.
Read more ►

Kemegahan Jembatan Ampera

0 comments

Jembatan Ampera merupakan sebuah jembatan yang terletak di menjadi kota Palembang, provinsi Sumatera Selatan, Indonesia. Kemegahan dari jembatan ini membuatnya menjadi ikon kota Palembang. Jembatan ini terletak di tengah-tengah kota Palembang yang menghubungkan yang daerag seberang ilir yang dipisahkan sungai Musi.

Jembatan Ampera memiliki panjang 1.117 meter dengan lebar 22 meter, sedangkan tingginya 63 dari permukaan tanah. Jika kita menikmatinya pada malam hari, maka akan tersaji hiasan lampu-lampu yang begiitu mempesona layaknya berada di sebuah acara pesta.

Sejarah pembangunan Jembatan Ampera

Jembatan Ampeara dibangun dengan tujuan untuk menyatukan dua daratan di kota Palembang yaitu Seberang Ulu dan Seberang Ilir. Setelah mendapat persetujuan dari presiden Soekarno, Pembangunan jembatan ini dimulai pada bulan  April tahun 1962. Dana pembangunan jembatan ini diambil dari rampasan perang  Jepang. Selain itu, tenaga ahli dalam pembangunanya juga berasal dari Jepang.


Pada awal pembangunannya, jembatan ini dinamai Jembatan Bung Karno, pemberian nama tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada presiden Soekarno yang telah sungguh-sungguh memperjuangkan keinginan warga Palembang yang menginginkan dibangunnya jembatan di atas  Sungai Musi.
Jembatan tersebut diresmikan pada tahun 1965 dengan nama Jembatan Bung Karno. Akan tetapi, pada waktu terjadi pergolakan anti-Soekarno tahun 1966, maka jembatan tersebut diganti menjadi Jembatan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat). Pada waktu itu, jembatan Ampera merupakan jembatan terpanjang di Asia Tenggara.

Keistimewaan Jembatan Ampera

Jembatan Ampera merupakan jembatan terpanjang di Asia Tenggara pada waktu awal pembangunannya, yaitu sepanjang 1.117 meter dengan hiasan lampu-lampu yang akan memanjakan para wisatawan yang berkunjung kesana pada malam hari.

Keistimewaan jembatan Ampera dibandingkan dengan jembatan-jembatan lain di Indonesia adalah bagian tengah dari Jemban Ampera bisa diangkat pada waktu ada kapal dibawahnya ingin melewatinya. Hal ini membuat jalur laut di sepanjang sungai Musi bisa berjalan lancar.

Akan tetapi, pada tahun 1970 aktivitas buka-tutup jembatan ini dihentikan dengan alasan mengganggu aktivitas lintas di atas jembatan tersebut. Meskipun demikian, jembatan Ampera tetap merupakan sebuah jembatan yang megah dan wajib untuk dikunjungi pada waktu waktu liburan.

Sekian sedikit uraian tentang Jembatan Ampera yang dapat saya sampaikan kepada Anda. Pastikan jembatan Ampera menjadi tempat tujuan wisata Anda selanjutnya.

Read more ►

Pesona Alam Pulau Samosir

0 comments

Pulau Samosir merupakan sebuah pulau vulkanik yang terletak di tengah Danau Toba di provinsi Sumatera Utara. Jika kita bicara soal Pulau Samosir maka kita bisa membayangkan sebuah pulau yang terletak di dalam pulau, yang artinya memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri dibandingkan dengan pulau lain di Indonesia bahkan di dunia.
Pulau Samosir terletak pada ketinggian 1.000 meter diatas permukaan laut. Dengan ketinggian mencapai 1.000 meter menjadikan pulau ini menjadi tujuan wisatawan lokal maupun mancanegara. Untuk memanjakan para wisatawan, di pulau ini disediakan beberapa fasilitas maupun tempat perkumpulan para wisatawan. Salah satunya tuktuk.
Tuktuk merupakan suatu tempat yang nyaman dan tenang dan sangat cocok  digunakan untuk bersantai dan melepaskan lelah. Selain tuktuk, di pulau ini juga terdapat Tomok dan Pangururan. Tomok merupakan sebuah dermaga kecil tempat keluar masuk kapal dari dan menuju Pulau Samosir. Sedangkan pangururan merupakan sebuah pemandian air hangat.

Tempat wisata yang ada di Pulau Samosir

  • Pemandian air hangat
  • Museum adat budaya Batak
  • Hotel dan penginapan
  • Tano Ponggol
  • Daratan yang menghubungkan Pulau Samosir dengan daratan Sumatera
  • Pusuk Buhit
  • Tempat asal mula suku Batak
  • Panggung batu dan masih banyak lainnya.

Sejarah terbentuknya Pulau Samosir

Secara teori, PulauSamosir terbentuk setelah terjadinya letusan supervulcano (gunung berapi super) sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu. Tim peneliti dari Michigan Technological University, yaitu Bill Rose dan Craig Chesner memperkirakan gunung berapi tersebut memuntahkan material vulkanik sekitar 2.800 km3. Kejadian tersebut menyebabkan kematian massal dan kepunahan beberapa spesies hewan. Selain itu, letusan gunung tersebut juga menyebabkan zaman es.
Setelah terjadinya letusan tersebut, maka terbentuklah sebuah cekungan yang kemudian terisi oleh air dan kemudian sekarang menjadi DanauToba. Sedangkan tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menjadi Pulau Samosir.
Pulau Samosir memiliki daya tarik yang kuat bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Hal ini dikarenakan pulau ini mempunyai pesona alam yang begitu menakjubkan dan sulit dijumpai di tempat lain di Indonesia bahkan di dunia.
Bagi anda yang sedang bingung merencanakan tempat sebagai tujuan wisata. Maka alangkah baiknya jika Anda memasukkan nama Pulau Samosir sebagai salah satu tempat tujuan wisata.
Read more ►

Menengok Sejarah di Balik Istana Maimun

0 comments

Jika Anda sedang merencanakan jadwal liburan, maka anda bisa menempatkan Istana Maimun masuk dalam kategori pilihan utama. Mengapa demikian? Supaya Anda mengetahui secara lebih jelas, maka dalam artikel ini saya akan mengulas sedikit tentang Istana Maimun.

Istana Maimun sangat layak dijadikan tempat tujuan wisata. Hal ini dikarenakan, selain sudah tua, istana ini juga memiliki desain arsitektur yang unik yaitu perpaduan gaya Melayu dengan gaya Islam, Spanyol, India dan Italia. Dengan panjang 75,50 meter dan tinggi 14,14 meter menjadikan istana ini tampak begitu megah.

Sejarah berdirinya Istana Maimun

Istana Maimun dibangun pada tahun 1888 oleh Sultan Deli yaitu Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah dengan arsitek dari Italia. Luas istana ini adalah 2772 m2 dan memiliki 30 ruangan. Terletak di kelurahan Sukaraja, kecamatan Medan Maimun, Medan, Sumatera Utara. Istana Maimun juga merupakan salah satu ikon kota Medan.

Istana Maimun memiliki sebagian besar didominasi warna kuning keemasan yang identik dengan etnis Melayu. Akan tetapi, pada bagian interiornya juga banyak terdapat berbagai macam perabotan bernuans Eropa. Hal ini dibuktikan dari desainnya yang bergaya Eropa yaitu simetris.

Dahulu Istana Maimun merupakan tempat tinggal keluarga kesultanan yang juga sebagai tempat binaan untuk para pelancong yang memilki kebudayaan Islam, Melayu, India dan Spanyol. Sekarang ini Istana Maimun menjadi warisan budaya nasional yang patut dijaga kelestariannya. Namun, karena kurangnya perhatian dari pemerintah daerah setempat membuat Istana Maimn tampak tidak diurus.

Istana Maimun merupakan salah satu istana terindah di Indonesia. Tidak ada salahnya jika Anda menyempatkan diri untuk mampir dan menikmati keindahan dan kemegahan dari istana yang juga dikenal sebagai salah satu ikon kota Medan. Dengan warna kuning keemasan yang merupakan ciri-ciri kebudayaan melayu menjadikan istana tampak begitu indah dan menyembunyikan sepenggal sejarah yang patut Anda ketahui.


Demikian sedikit ulasan tentang  Istana Maimun yang dapat saya sampaikan kepada Anda semua. Semoga sedikit informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda semua. Terima kasih.
Read more ►

Keindahan Panorama Danau Maninjau

0 comments
Danau Maninjau adalah sebuah danau vulkanik yang terletak pada ketinggian 461,50 meter di atas permukaan laut dengan kedalaman 495 meter dan memiliki luas 99,5 km2. Danau ini terletak di kecamatan Tanjung Raya, kabupaten Agam, provinsi Sumatera Barat, Indonesia.
Danau Maninjau berbentuk sebuah cekungan yang terbentuk akibat letusan gunung Sitinjau. Selain itu, danau ini dikelilingi bukit-bukit yang berbentuk seperti dinding yang memuat Danau Maninjau memiliki panorama alam yang sangat indah. Danau Maninjau merupakan sebuah danau yang memiliki luas kesebelas se Indonesia, sedangkan untuk pulau Sumatera, danau ini menempati urutan kedua setelah Danau Singkarak.

Sejarah terbentuknya Danau Maninjau

Menurut legenda, terdapat sepuluh saudara di sebuah gunung Tinjau, Sumatera Barat. Saudara tersebut terdiri dari 9 laki-laki dan 1 orang perempuan yang kemudian dikenal dengan nama Bujang Sembilan. Saudara tertua bernama Kukuban. Mereka mempunyai paman yang bernama Datuk Limbatang. Datuk Limbatang mempunyai anak laki-laki bernama Giran yang kemudian menjalin hubungan cinta dengan Sani yang merupakan perempuan satu-satunya dari sepuluh saudara tersebut.
Pada saat musim panen tiba, diadakan lomba pencak silat adu ketangkasan. Pada saat itu, di partai puncak mempertemukan Kukuban berhadapan dengan Giran. Dan akhirnya, Giran lah yang menang sedangkan Kukuban merasa dendam kepada Giran.
Giran dan Sani berniat melanjutkan hubungan ke jenjeng pernikahan, namun hal tersebut di tolak mentah-mentah oleh Kukuban karena masih dendam dengan Giran.
Suatu ketika, saat Giran dan Sani berada di tepi sungai untuk merundingkan masalah yang mereka hadapi. Ternyata mereka tidak tahu bahwa mereka telah di awasi oleh banyak orang yang bersembunyi di balik pohon.
Mereka akhirnya ditangkap dengan tuduhan melakukan perbuatan tidak senonoh yang dapat mencemarkan nama desa mereka. Giran dan Sani kemudian diadili di sidang adat. Meskipun mereka berusaha membela diri, namun mereka tetap ditetapkan bersalah dan sebagai hukuman mereka harus dibuang ke kawah Gunung Tinjau agar kampung mereka terhindar dari malapetaka.
Dengan hukuman ini, Giran memanjatkan do’a kepada Tuhan bahwa jika mereka bersalah maka bersalah biarlah mereka mati di kawah gunung, namun jika mereka benar maka warga desa akan binasa dan Kukuban akan menjadi ikan. Seusai memanjatkan do’a, Giran dan Sani melompat ke kawah. Setelah itu, ternyata Giran benar, gunung tersebut meletus dan menewaskan semua warga desa. Sedangkan Kukuban berubah menjadi ikan. Demikian asal usul Danau Maninjau yang sekarang ini dikenal memiliki kawah yang sangat luas dan indah. Disekitar area Danau Maninjau terdapat penginapan / hotel serta restoran yang dapat anda kunjungi.
Demikian sedikit uraian tentang Danau Maninjau yang dapat saya sampaikan. Semoga sedikit uraian ini dapat bermanfaat bagi Anda semua. Terima kasih.
Read more ►

Keindahan Alam Danau Singkarak

1 comments
Danau Singkarak adalah sebuah danau kawah yang sangat luas dengan pemandangan alam vulkanik yang sangat indah. Danau ini membentang di dua kabupaten yaitu kabupaten Solok dan kabupaten Tanah Datar di provinsi Sumatera Barat, Indonesia.

Danau Singkarak mempunyai luas 107,8 km2. Dengan ketinggian 363,5 meter di atas permukaan laut, panjang 20 km, lebar 6,5 km dan kedalaman 268 meter. Dengan luas dan pemandangan alam yang menakjubkan, membuat danau Singkarak menjadi tujuan wisatawan lokal maupun mancanegara. Danau ini juga digunakan untuk menggerakkan generator PLTU Singkarak.
Di danau Singkarak juga dikenal akan ikan Bilihnya, yang merupakan spesies ikan yang diperkirakan hanya ada di danau ini. Ikan Bilih juga merupakan makanan khas dari danau Singkarak yang jarang ditemui di tempat wisata lainnya.

Jika Anda ingin berlibur, tidak ada salahnya jika Danau Singkarak  menjadi salah satu tujuan wisata Anda. Dengan pemandangan alam yang menakjubkan, dijamin membuat anda betah unuk berlama-lama disana.

Sejarah terbentuknya Danau Singkarak

Menurut legenda masyarakat sekitar, dahulu kala hiduplah keluarga miskin yang menghidupi keluarganya dengan mencari ikan di laut dan mencari umbi-umbian di hutan. Keluarga tersebut mempunyai seorang anak bernama Indra yang sangat patuh kepada orangtuanya. Suatu ketika, saat musim paceklik membuat orangtua tersebut menjadi malas pergi ke laut untuk mencari ikan sehingga mereka hanya makan umbi setiap harinya.
Meskipun keadaannya demikian, namun indra makan banyak sekali yang membuat geram orangtuanya. Kemudian disuruhnya Indra pergi ke laut untuk menangkap ikan. Namun, beberapa hari Indra pulang dengan tangan hampa. Disisi lain, pada waktu Indra menangkap ikan di laut, secara sembunyi-sembunyi orangatuanya makan enek-enak di rumah dan disaat Indra pulang mereka bersandiwara bahwa tidak terjadi apa-apa di rumah.

Suatu ketika Indra memergoki orangtua makan-makan besar tanpa mengajak Indra. Melihat kejadian tersebut membuat Indra sangat marah dan berniat meninggalkan rumah. Akhirnya Indra pun pergi meninggalkan rumah bersama ayam jantan kesayangannya yang bernama si Taduang. Dengan berpengangan pada kaki si Taduang, mereka berusaha terbang meninggalkan kampung. Anehnya, batu tempat Indra duduk juga ikut terangkat dan semakin ke atas semakin besar. Akhirnya si Taduang sudah tidak kuat menahan beban yang sangat berat tersebut. Melihat hal tersebut, Indra menghentakkan kakinya untuk melepas batu tersebut. Batu tersebut akhirnya jatuh melesat ke bumi dan menghantam bukit di tengah lautan. Hantaman tersebut membentuk sebuah aliran panjang yang dikenal dengan nama sungai Batang Ombilin. Semakin hari aliran sungai tersebut menyusut dan membentuk sebuah danau yang saat ini dikenal sebagai Danau Singkarak.

Akomodasi dan fasilitas Danau Singkarak

Disekililing danau Singkarak terdapat penginapan dan wisma. Selain itu di sepanjang danau tersebut berjajar ruah makan dan restoran yang menyajikan berbagai menu yang pastinya akan memanjakan lidah Anda.

Demikian sedikit uraian yang dapat saya sampaikan tentang Danau Singkarak kepad Anda semua. Semoga sedikit uraian ini dapat membantu Anda untuk memilih tempat wisata yang sangat indah. Terima kasih.
Read more ►

Pesona Kemegahan Jam Gadang

0 comments

Jam Gadang menjadi ikon dari kota Bukittinggi. Jam gadang merupakan sebuah menara jam raksasa yang berada di pusat kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia. Jam gadang itu sendiri berasa dari bahasa minangkabau yang artinya Jam Besar.

Jam gadang merupakan tempat wisata dan juga sebagai ikon kot Bukittinggi yang mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara terutama pada hari libur. Dengan diperluasnya taman di area jam gadang membuat tempat wisata ini sangatlah sayang untuk dilewatkan

Struktur Bangunan Jam Gadang

Jam Gadang mempunyai luas dasar 13x4 meter dan di bagian tengahnya terdapat sebuah menara setinggi 26 meter dengan berbagai tingkat, dan tertinggi digunakan sebagai tempat penyimpanan bandul. Terdapat 4 buah jam besar berukuran diameter 80 cm pada jam gadang. Jam tersebut didatangkan langsung dari Rotterdam, Belanda melalui pelabuhan Teluk Bayur.

Jam tersebut digerakkan secara mekanik oleh mesin. Uniknya, mesin tersebut hanya diproduksi 2 unit di dunia, yaitu Big Ben di London Inggris dan pada jam gadang itu sendiri. Jam gadang tersebut dibangun tanpa menggunakan besi penyangga maupun semen. Jam gadang dibangun hanya dengan menggunakan kapur, putih telur dan pasir.

Sejarah dibangunnya Jam Gadang

Jam Gadang dirancang oleh Yazin Sutan Gigi Ameh dan kemudian dibangun pada tahun 1926. Jam gadang dibangun dengan tujuan sebagai hadiah dari Ratu Belanda kepada sekretaris kota Bukittinggi pada saat itu yaitu Rook Maker. Pembangunan Jam Gadang menelan biaya yang fantastis, yaitu sekitar 3.000 Gulden. Biaya yang cukup besar untuk pembangunan sebuah menara. Oleh karena itu, Jam Gadang dijadikan ikon pusat kota Bukittinggi dan tempat wisata yang cukup indah untuk dikunjungi. Selain itu, Jam Gadang juga digunakan sebagai markah tanah dan titik nol kota Bukittinggi.

Sejak awal didirikannya pada masa pemerintahan Hindia Belanda, Jam Gadang telah mengalami 3 kali perubahan pada atapnya. Awalnya atap Jam Gadang berbentuk bulat dengan patung ayam jantan menghadap ke arah timur. Kemudian pada masa penjajahan Jepang, atap Jam Gadang dirubah menjadi bentuk klenteng. Setelah Indonesia merdeka, atap dari Jam Gadang juga ikut dirubah menjadi bentuk gonjong atau seperti atap rumah adat Minangkabau.

Bagaimanapun renovasi yang dilakukan pemerintah Indonesia, Jam Gadang merupakan obyek wisata yang harus ada dalam rencana liburan Anda. Sayang sekali jika Anda melewatkan kemegahan dari ikon kota Bukittinggi ini.

Read more ►

Situs Candi Muara Takus

0 comments
Candi Muara Takus merupakan sebuah candi Budha tertua yang ada di Sumatera. Terletak di desa Muara Takus kecamatan Koto, kabupaten Kampar, Riau-Indonesia. Candi Muara Takus merupakan satu-satu peningggalan sejarah di Riau yang berbentuk candi. Diperkirakan candi ini dibangun pada masa kerajaaan Sriwijaya.

Candi Muara Takus dibuat dari batu pasir, batu sungai dan batu bata. Bangunan utama kompleks candi ini adalah sebuah stupa yang besar. yaitu berbentuk menara yang sebagian besar terbuat dari batu bata dan sebagian kecil batu pasir kuning. Bangunan stupa candi Muara Takus sangatlah unik. Hal ini dikarenakan arsitektur candi ini tidak ditemukan di tempat lain di Indonesia namun lebih mirip dengan stupa candi di Myanmar, Vietnam, Sri Langka dan India. Situs candi ini dikelilingi oleh bangunan tembok berukuran 74x74 meter yang terbuat dari batu putih setinggi 80 cm. Di dalam situs Candi Muara Takus ini terdapat bangunan candi yang disebut dengan Candi Tua, Candi Bungsu, Stupa Mahligai serta Palangka.

Sejarah berdirinya Candi Muara Takus

Desa Muara Takus merupakan tempat persinggahan pedagang-pedagang mancanegara pada masa kerajaan Sriwijaya. Sebagian besar pedagang berasal dari negeri Cina dan India yang sebagian besar beragama Hindhu dan Budha. Pertemuan antarbudaya ini membuahkan sebuah kebudayaan baru pada saat itu. Selain itu, para pedagang dan pelaut membutuhkan tempat ibadah untuk beribadah. 
Oleh karena itu, akhirnya dibangunlah sebuah candi Budha di desa Muara Takus yang kemudian dinamakan Candi Muara Takus sebagai tempat ibadah. Arsitek candi itu sendiri sangat berbeda dengan kebanyakan candi yang ada di Jawa dan lebih menyerupai candi yang ada di Myanmar, Vietnam, Sri Langka dan India.

Candi Muara Takus merupakan sebuah obyek wisata yang sangatlah sayang jika Anda melewatkannya saat Anda berkunjung ke Riau. Barisan pepohonan yang berdiri tegak di sepanjang jalan menuju kompleks menambah keindahan candi ini. Desain arsitektur yang jarang Anda temui di Jawa  membuat candi ini sangat unik dan merupakan satu-satunya peninggalan sejarah di Riau yang berupa candi.

Sekian sedikit ulasan tentang Candi Muara Takus yang dapat saya sampaikan kepada Anda semua. Sempatkanlah mampir ke situs candi ini, karena pengalaman yang berbeda sedang menanti Anda.

Read more ►

Pesona Keindahan Danau Toba

0 comments

Danau Toba merupakan tempat wisata yang sangat sayang jika dilewatkan. Keindahan danau Toba mampu menarik banyak turis lokal maupun mancanegara. Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik yang mempunyai ukuran panjang 100 km dan lebarnya 30 km yang terletak di provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Di tengah Danau Toba terdapat sebuah pulau vulkanik yang oleh warga sekitar dinamakan Pulau Samosir. Danau ini merupakan danau terbesar di Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Keindahan Danau Toba akan semakin tampak indah jika dilihat dari atas karena jika kita melihatnya dari atas akan tampak semua pemandangan yang sangat indah.

Sejarah terbentuknya Danau Toba

Secara teori, Danau Toba terbentuk setelah terjadinya letusan supervulcano (gunung berapi super) sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu. Tim peneliti dari Michigan Technological University, yaitu Bill Rose dan Craig Chesner memperkirakan gunung berapi tersebut memuntahkan material vulkanik sekitar 2.800 km3. Kejadian tersebut menyebabkan kematian massal dan kepunahan beberapa spesies hewan. Selain itu, letusan gunung tersebut juga menyebabkan zaman es.

Setelah terjadinya letusan tersebut, maka terbentuklah sebuah cekungan yang kemudian terisi oleh air dan kemudian sekarang menjadi Danau Toba. Sedangkan tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menjadi Pulau Samosir.
Sedangkan  asal usul danau Toba menurut legenda, ada seorang petani yang menemukan ikan di sebuah ladang. Anehnya ikan tersebut bisa berbicara dan kemudian menjadi seorang wanita cantik. Kemudian mereka menikah namun ada pantangannya, pernikahan tersebut membuahkan seorang anak. Suatu saat sang ibu tersebut menyuruh anaknya untuk mengantarkan nasi ke sawah untuk ayahnya. Akan tetapi, makanan tersebut dimakannya sendiri. Sang petani yang sedang kelaparan mengetahui hal tersebut menjadi sangat marah dan mengucapkan kata-kata yang merupakan pantangan. Setelah mengucapkan kata-kata tersebut maka sang ibu dan anak tersebut menghilang, bekas jejak kaki tersebut muncul air dan kemudian sekarang dikenal sebagai Danau Toba.

Sarana pariwisata Danau Toba

Pulau Samosir
Merupakan sebuah pulau vulkanik yang berada di tengah-tengah danau Toba dengan panorama alam yang sangat indah

Kolam renang 
Terdapat kolam renang dengan air panas alami

Kuburan Batu
Ada berbagai jenis kuburan batu di danau Toba, yaitu simando, ambarita ( meja batu yang merupakan tempat hukuman tradisional Batak )

Hotel
Ada berbagai macam hotel di Danau Toba yang menawarkan fasilitas yang berbeda sesuai dengan selera Anda.

Demikian sedikit uraian tentang Danau Toba yang bisa saya sampaikan kepada Anda. Semoga sedikit informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda semua. Terima kasih.

Read more ►